Jumat, 25 April 2014

PENTINGKAH PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK SEJAK DINI?













( Depok, RUMAH PELANGI  DAYCAR)

 Satu lagi peristiwa menggemparkan terjadi pada dunia pendidikan, salah satu lembaga pendidikan berskala internasional dengan tingkat keamanan terbaik di Indonesia kecolongan, pasalnya seorang anak lelaki murid TK yang berusia 5 tahun menjadi korban pelecehan seksual. Ironinya hal tersebut di lakukan oleh petugas kebersihan sekolah, dan mirisnya lagi.... melakukannya tidak sendirian, tapi bergantian dengan teman seprofesinya, Naudzubillah....

Tidak pernah sedikitpun terbayang bahaya seperti ini dapat terjadi di sekitar kita, terlebih lagi bayangan itu adalah sebuah sekolah internasional yang notabene punya system keamanan tergolong super ketat. Jika hal ini dapat terjadi di lingkungan yang sudah menjaga dengan kemanan tingkat tinggi, bagaimana dengan tempat lainnya yang hanya memiliki fasilitas seadanya? Apakah ini berarti tidak ada tempat aman untuk anak kita selain rumah dengan penjagaan ketat orang tuanya? Tidak juga senaif itu.....

Jika kita pernah melihat film horror fiksi yang bertema Vampire, kita akan melihat figure vampire yang tidak dapat di identifikasi pada saat mereka berbaur dengan manusia, tapi apa yang terjadi ketika vampire berhasil menggigit korban? Si korban akan terinfeksi dan kemudian mencari korban berikutnya. Kurang lebih seperti itulah hubungan seorang pengidap kelainan seks dengan korban kekerasan seksual pada anak yang akan memberikan efek jangka panjang di masa depannya. 

Pembekalan diri kepada anak seharusnya menjadi konsentrasi bagi para orang tua. Karena pendidikan terbaik sejatinya berasal dan bermuara di dalam rumah.... di dalam keluarga. Tidak hanya melulu menyalahkan siapa pelaku dan seberapa hebat image sekolah dalam mengamankan putra-putri kita dari tindakan yang tidak bermartabat. Sekalipun sekolah adalah tempat mengasah, dan mengasuh. Karena kapanpun, dimanapun, hal serupa bisa saja terjadi kepada siapa saja, termasuk anak kita jika kita tidak segera memberikan pendidikan seks dan cara bertahan hidup kepada anak sejak dini.

Bicara mengenai “SEKS”... kata tersebut bagi sebagian orang tua masih saja tabu untuk di sosialisasikan kepada anak. Seolah seks adalah pengetahuan yang melulu berhubungan dengan kegiatan kontak fisik antara pria dan wanita, dan hal itu membuat orangtua menyimpulkan bahwa anak belum saatnya di ajarkan tentang seks. Padahal mendidik adalah bagaimana cara kita memberikan pemahaman dan mengarahkan sehingga seorang anak mengerti tujuan dari penjelasan yang kita berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya menjadi bagian dari tugas kita sebagai orangtua dalam rangka mendasari mereka untuk mengetahui sejak dini tentang apa itu alat vital, apa hubungan alat vital terhadap kesehatan, kenapa harus dijaga, dan bagaimana cara anak memproteksi diri terhadap tindakan tidak nyaman jika putra-putri kita menemui situasi seperti contoh di atas

Berikut adalah hal yang perlu di perhatikan saat kita memberikan pengetahuan tentang seks kepada anak, 

·     Yang pertama... Ajarkan sejak dini tentang agama, tentang siapa itu ALLAH SWT, tentang siapa pencipta tubuh kita, tentang bagaimana cara mensyukuri dan menjaga nikmat yang sudah di berikan ALLAH, termasuk tubuh kita, tentang adab, dan lain sebagainya, karena dengan agama hidup akan menjadi terarah, dengan agama hidup akan menjadi lebih indah, dan dengan agama damai akan merubah resah.

·       Beri pemahaman bahwa tubuhmu adalah milikmu, tidak ada yang boleh seenaknya memegang selain dirimu sendiri dan orang tuamu. Tidak boleh sekalipun itu saudara kandungmu. Dan begitupun halnya kamu terhadap orang lain.

·       Beri pengertian bahwa hanya orang tertentu yang boleh memegang dalam kondisi tertentu, misal : saat sedang sakit dokter akan memeriksa bagian tubuh dengan tujuan memeriksa penyakit.


·       Berikan pengetahuan bagaimana cara membersihkan alat vital dari kotoran, misal setelah melakukan buang air kecil/besar. Dengan pengetahuan toilet training, selain meminimalisir kontak fisik antara anak dengan orang lain, mereka juga di tuntut untuk belajar mandiri.

·      Perkenalkan organ tubuh atau alat kelamin lelaki dan wanita dengan benar, bukan hanya menyebutnya dengan nama lain yang terkadang malah bertujuan untuk “lucu-lucuan”. Kita mengajarkan nama-nama tersebut bukan berarti untuk menjadikan seorang anak berkembang di luar kemampuannya, justru agar anak mengerti sejak dini tentang organ tubuhnya, sehingga ketika mereka mengerti, maka akan timbul pemahaman untuk menjaga.

·       Berikan pengertian tentang maksud dari sentuhan wajar, sentuhan yang tidak untuk di lanjutkan dan sentuhan yang terlarang. Batasan sentuhan wajar adalah dari kepala hingga pundak. Jika pundak mulai mengarah ke pinggang maka kita harus menggugah putra-putri kita untuk berhati-hati. Sementara sentuhan yang di larang adalah sentuhan yang langsung mengarah ke bagian sensitif dari paha hingga alat vitalnya. Untuk sentuhan seperti ini, orang tua perlu mengajarkan bagaimana melarang anak-anak agar menolak dan menjaga tubuhnya dengan berkata semisal: “aku ngga suka ah..”

Setelah upaya yang kita lakukan untuk menjaga dan mendidik putra-putri kita, kini saatnya kita menyerahkan amanah Allah dengan bertawakal, dan biarkan Allah yang menjaga mereka dengan do’a kita, karena DIA –lah yang Maha menjaga dan tidak pernah tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar