Senin, 03 November 2014

Bermain Rancang Bangun Lejitkan Kecerdasan Anak


                Orang tua tentu ingin melihat anaknya tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Berbagai fasilitas diberikan orang tua agar kecerdasan anak senantiasa terasah dan melejit. Apalagi di masa usia keemasan anak, sudah pasti orang tua tidak akan menyia-nyiakannya. Memberikan mainan edukatif adalah salah satu caranya.

                Apa saja sih mainan edukatif itu? Ehm, tentu saja ada banyak macamnya. Diantaranya adalah balok-balokan. Biasanya mainan ini kerap di pakai di lembaga pendidikan usia dini untuk kegiatan rancang bangun. Anak diberi kebebasan untuk menumpuk, menata, atau apa saja dengan balok-balok yang telah disediakan.

              Kecerdasan apa saja yang bisa distimulus dengan bermain rancang bangun ini? Pertama, kecerdasan visual spasial. Namanya saja sudah “merancang” maka unsur visual anak akan terasah. Imajinasi anak tentang apa yang akan dibuat dengan balok-baloknya sedang bermain di otak mereka. Ketika membangun masjid, misalnya. Anak akan mencoba menuangkan imajinasi dan visualisasi mereka dengan menumpuk dan menata balok-baloknya. Sangat mungkin akan terceletuk dari bibir mereka,”Ini masjid dilihat dari samping rumahku!” Otomatis kecerdasan spasial anak tampak dalam kegiatan ini.

                Selanjutnya tentang kecerdasan linguistik. Lha kok bisa? Iyalah. Ketika anak membuat sesuatu dari balok-balok, mintalah anak untuk menceritakan apa yang dibuatnya. Orang tua akan dapati bahwa anak bisa mengobrol banyak sekali. Keluar semua yang terancang di otaknya.

                Tak kalah pula kecerdasan emosionalnya. Ini terjadi jika anak bermain bersama teman-temannya. Ada kalanya rebutan balok. Secara tak langsung anak berusaha menata suasana hatinya, meski pada awalnya masih suka pukul-pukulan dengan balok yang dipegangnya. Dengan diberikan penjelasan perlahan-lahan dan terus-menerus, emosi anak bisa lebih tertata.

                Bagaimana dengan kecerdasan logic matematika? Apakah bisa diasah dengan permainan rancang balok ini? Jelas! Bahkan anak dengan sendirinya mengerti bangunan yang simetris, bangunan yang tinggi atau panjang, dsb. Bentuk-bentuk balok juga anak mudah mengenalinya. Ada yang kecil, besar, bahkan bentuk bangun lain seperti lingkaran, segitiga yang menjadi sisi bangunnya. Bahkan ketika giliran merapikan ke tempatnya semula, anak dengan sendirinya akan berlatih tentang konsep identifikasi. Tak bisa sembarangan anak mengembalikan baloknya. Harus disesuaikan dengan bentuknya. Dan kemampuan identifikasi ini bagian dari logika matematika.


                Wah, banyak ya manfaat bermain rancang bangun dengan balok-balok. Selain itu konsentrasi anak akan meningkat dengan bermain ini. Siap memberikan fasilitas ini untuk kecerdasan buah hati?